Diduga Pungut Rp200 Ribu untuk Ambulans, Puskesmas Petir Jadi Sorotan Publik
Serang, Provinsi Banten//jurnalnasional.id, – Layanan kesehatan kembali menjadi perhatian publik. Puskesmas Petir, Kabupaten Serang, disorot setelah muncul dugaan adanya permintaan biaya ambulans sebesar Rp200 ribu kepada keluarga pasien kritis yang hendak dirujuk ke RSUD Banten.
Peristiwa tersebut dialami keluarga Ida Farida (47), warga Kecamatan Petir, yang telah lama menderita sakit. Pada Jumat (22/02/2026), pihak keluarga mendatangi Puskesmas Petir untuk meminta rujukan ke RSUD Banten guna mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Namun, saat membutuhkan ambulans untuk mengantar pasien dalam kondisi darurat, keluarga mengaku dimintai biaya sebesar Rp200 ribu. Karena tidak memiliki uang saat itu, keluarga akhirnya mengambil keputusan cepat dengan menyewa ojek online demi membawa pasien ke rumah sakit.
“Kami tidak punya uang saat itu. Karena kondisinya darurat, terpaksa kami bawa pakai ojek online,” ujar Dedi, salah satu keluarga pasien.
Aktivis Desak Tindakan Tegas
Kasus ini memicu reaksi keras dari Ketua Forum Aktivis Petir, Oman Sumantri. Ia menilai, jika dugaan tersebut benar, tindakan tersebut mencederai prinsip pelayanan publik dan nilai kemanusiaan.
“Kalau terbukti, harus ada tindakan tegas. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap fasilitas kesehatan pemerintah. Bahkan jika perlu, lakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran pimpinan,” tegas Oman.
Menurutnya, puskesmas sebagai institusi layanan kesehatan milik pemerintah seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan tanpa diskriminasi, terutama dalam kondisi darurat.
Pihak Puskesmas Lakukan Penelusuran
Menanggapi hal tersebut, Agus Kusumah dari Puskesmas Petir menyampaikan bahwa pihaknya sedang melakukan penelusuran internal untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
“Kami sedang mengonfirmasi kepada petugas ambulans. Bisa jadi terjadi miskomunikasi. Kami akan menelusuri secara menyeluruh,” ujarnya singkat.
Pelayanan Publik Harus Transparan
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dan profesionalisme dalam pelayanan kesehatan, khususnya terkait fasilitas ambulans yang dalam banyak kondisi darurat menjadi penentu keselamatan pasien.
Masyarakat berharap kejadian ini segera mendapatkan kejelasan dan, jika ditemukan pelanggaran, ada langkah pembenahan konkret agar ke depan pelayanan kesehatan benar-benar berpihak pada keselamatan dan kemanusiaan.
Kepercayaan publik terhadap fasilitas kesehatan adalah fondasi utama. Ketika nyawa menjadi taruhannya, pelayanan cepat dan tanpa beban biaya yang tidak semestinya adalah hak setiap warga.
(Red)
Tata. Voicewords.red


Komentar0